Tarumanagara adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di Jawa barat pada abad ke-4 M hingga abad ke-7 M . Tarumanagara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu. Keberadaan kerajaan ini dibuktikan dengan banyaknya penemuan batu-batu prasasti pada wilayah Jakarta dan Bogor. Bukti tersebut menyebutkan mengenai sebuah kerajaan Hindu yang bernama Tarumanagara yang diperintah oleh raja yang bernama Purnawarman. Teks tersebut berangka tahun pada pertengahan abad ke 5. Kekuasaan Raja Purnawarman meliputi Sungai Citarum sampai Selat Sunda. Adapun ibukota Tarumanagara sendiri berada diantara Tugu dan Bekasi. Raja Purnawarman juga memerintahkan untuk membangun sebuah kanal irigasi. Selain itu juga terdapat prasati yang mencetak telapak kaki dari Purnawarman yang diibaratkan sebagai kaki dewa Wisnu, prasasti ini mirip dengan prasasti yang pernah dikeluarkan oleh Raja Gunawarman dari Funan_Hal itu dilakukan sebagai salah satu bukti, bahwa Purnawarman menjadi raja pada masa itu adalah penganut penyembah dewa Wisnu yang taat. Penemuan bukti-bukti mengenai kerajaan Tarumanagara di sepanjang pantai utara Jawa-Bali mengindikasikan bahwa sudah banyak terjadi aktivitas perdagangan disana sebelum Agama Hindu menebarkan pengaruhnya. Perdagangan melalui Laut Jawa sangatlah penting untuk melakukan jaringan perdagangan dengan Cina dan India. Kerajaan ini mengirim utusan pertamanya ke China pada 528 M dan selanjutnya pada 666 M dan yang terakhir pada 669 M. Pada abad ke 7 M kerajaan tersebut mengalami kehancuran, hal ini dimungkinkan karena serangan Kerajaan Sriwijaya. Raja-raja Tarumanagara : 1. Jayasingawarman (358 – 382) 2. Dharmayawarman (382 – 395) 3. Purnawarman (395 – 434) 4. Wisnuwarman (434 – 455) 5. Indrawarman (455 – 515) 6. Candrawarman (515 – 535) 7. Suryawarman (535 – 561) 8. Kertawarman (561 – 628) 9. Sudhawarman (628 – 639) 10. Hariwangsawarman (639 – 640) 11. Nagajayawarman (640 – 666) 12. Linggawarman (666 – 669).

Pos ini dipublikasikan di Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s